June 15, 2024

ntvnews

terkini, terupdate.

WALI MURID SMAN 1 PESANGGARAN SAMBAT DIMINTA DANA SUMBANGAN RP 3,1 JUTA

2 min read

Sejumlah wali murid SMAN Satu Pesanggaran, Banyuwangi, mengeluhkan dana sumbangan sebesar Rp 3,1 juta yang dibebankan kepada masing-masing siswa. Tak hanya membebani, wali murid menyebut tak ada kejelasaan transparansi penggunaan anggaran dari dana sumbangan yang terkumpul. Pihak sekolah pun berdalih bahwa sumbangan tersebut berasal dari kesepakatan komite sekolah dengan wali murid.

Seperti inilah wujud kuitansi pembayaran sumbangan di Sman 1 Pesanggaran Banyuwangi yang kini menuai polemik. Kuitansi berstempel basah komite sekolah ini, merupakan bukti pembayaran dana sumbangan secara mencicil dari jumlah yang dibebankan yakni sebesar 3,1 juta rupiah.

Jumlah sumbangan itulah yang kemudian memunculkan keluhan sejumlah wali murid. Keluhan itu disampaikan sejumlah wali murid yang tergabung dalam paguyuban wali murid SMAN Satu Pesanggaran. Dana sumbangan itu dinilai wali murid sangatlah membebani, terlebih bagi wali murid baru atau kelas sepuluh, yang sebelumnya ditarik biaya sebesar 2,1 juta rupiah untuk kebutuhan seragam.

Dari informasi yang dihimpun, sumbangan ditarik kepada seluruh siswa di masing-masing kelas. Dana yang terkumpul sejatinya diperuntukkan untuk kebutuhan operasional siswa dan dana gotong royong. Jumlah dana sumbangan pun bervariatif, namun untuk nominal 3,1 juta rupiah dibebankan kepada murid kelas sepuluh.

Polemik sumbangan ini kemudian viral di media sosial, dan menjadi perhatiian warganet.  Atas polemik yang terjadi, kepala sekolah SMAN 1 Pesanggaran I Ketut Renen pun angkat bicara.  Dana sumbangan tersebut menurutnya  bukan berasal dari kebijakan sekolah, melainkan dari kesepakatan antara wali murid dengan pihak komite sekolah.

Disinggung terkait dana yang terkumpul, ketut pun tak menyangkal jika nantinya dana tersebut untuk menutupi kekurangan kebutuhan operasional sekolah, yang sebelumnya telah disampaikan kepada pihak komite.

Ketut menambahkan, siswa yang tidak membayar sumbangan tetap mendapatkan layanan belajar maupun ujian semester seperti pada umumnya. Pernyataan tersebut sebagai jawaban atas berhembusnya isu bahwa tak membayar dana sumbangan siswa tak akan bisa mengikuti ujian.

Terkait transparansi penggunaan anggaran yang sempat disinggung wali murid, pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada pihak komite sekolah. Dirinya pun mempertegas kembali bahwa sumbangan yang ada saat ini sifatnya sukarela dan gotong royong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *