June 15, 2024

ntvnews

terkini, terupdate.

DEMI MENDAPAT AIR BERSIH, WARGA NEKAT BERTARUH NYAWA.

2 min read

Dampak kemarau panjang  tahun ini, warga di desa Nyogan, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi alami kekeringan. Hal ini membuat mereka rela bertaruh nyawa, dengan turun ke dalam sumur berkedalaman belasan meter, demi mendapatkan air bersih.

Warga desa Nyogan, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi rela bertaruh nyawa, dengan masuk ke dalam sumur gali berkedalaman belasan meter, demi mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa memperdalam sumur gali yang mengalami kekeringan akibat kemarau, lantaran sulit mendapatkan air bersih, sejak satu bulan terkahir.

Warga menambah lubang baru pada sumur galinya, atau melakukan pola penyuntikan sumur menggunakan pipa paralon, dititik sumber mata air. Bahkan untuk mengetahui sumber mata air di dalam sumur, merekapun harus turun ke dalam sumur dan menguras sisa air di dalamnya.

Dalam melakukan hal tersebut, warga juga harus menyiapkan tambahan pipa paralon hingga sepanjang 8 meter supaya bisa mendapatkan sumber air di sumur mereka. Dengan penambahan pipa, kedalaman sumur yang sebelumnya hanya 11-12 meter menjadi sekitar 19 meter.

Di dalam pipa paralon suntik sumur tersebut, selanjutnya dimasukkan pipa penghisap yang berasal dari mesin air, untuk menyedot sumber air di dalam sumur. Pendalaman sumur gali ini dilakukan karena sejak satu bulan terkahir, warga mengalami krisis air bersih.

Menurut Asnawi, salah satu warga sekitar, kualitas air dari fasilitas pam sumur bor bantuan pemerintah di desa Mereka Kurang bagus. Disisi lain, warga juga harus mengantre  lama demi mendapatkan air di sumur bor tersebut.

Kondisi air sumur bor yang dibangun pemerintah di rt.07, desa Nyogan ini dinilai warga tidak layak konsumsi. Karena kondisi air yang sebelumnya tampak bening, berubah menguning seperti berkarat dan menimbulkan bau saat diendapkan.

Dari sebanyak 60 kepala keluarga, fasilitas sumur bor baru bisa melayani 20 kepala keluarga saja. Selain dialirkan langsung ke rumah menggunakan pipa, warga juga sering mengambil air secara langsung ke lokasi dengan menggunakan ember dan jerigen.

Sebagian warga menggunakan air sumur bor ini untuk keperluan mandi dan mencuci. Sementara untuk air minum dan memasak, mereka harus merogoh kocek hingga 100 ribu rupiah untuk membeli air bersih per tandonnya, demi memenuhi kebutuhan minum, memasak, mandi hingga mencuci.

Warga berharap supaya kualitas air sumur bor bisa membaik, sekaligus adanya penambahan fasilitas sumur bor di desa mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *