June 18, 2024

ntvnews

terkini, terupdate.

HARGA BERAS NAIK, KONSUMEN PILIH KURANGI PEMBELIAN.

2 min read

Harga beras di pasaran terus mengalami kenaikan. Kenaikan harga pun bervariatif, mulai dari 1.000 hingga 2.000 Rupiah per-kilogramnya. Kenaikan ini tak pelak membuat konsumen gusar, dan memilih mengurangi jumlah pembelian.

Dampak kenaikan harga beras mulai dirasakan konsumen di Banyuwangi. Sejalan dengan kenaikan tersebut, konsumen yang didominasi kaum hawa pun lebih memilih mengurangi jumlah pembelian.

Di Pasar Jajag, Kecamatan Gambiran misalnya, harga beras terpantau terus merangkak naik sejak sebulan terkahir. Bahkan harga beras kualitas premium, menyentuh angka empat belas ribu rupiah per-kilogramnya. Indah Iswahyuni, salah satu pedagang menyebut, kenaikan harga cenderung berlangsung setiap harinya. mulai dari seratus sampai dengan 200 rupiah perkilogram. Beda besaran kenaikan tergantung kualitas beras. Kenaikan tersebut jika diakumulasikan, mencapai seribu sampai dengan dua ribu rupiah perkilogramnya. Dampak kenaikan ini menurut iswahyuni berimbas pada jumlah pembelian konsumen. Menurutnya, pembeli mulai mengurangi jumlah pembelian dan mengalihkan pembelian beras kualitas rendah dengan harga murah. Untuk kemudian dioplos dengan beras kualitas sedang maupun premium.

Kendati memiliki stok banyak hingga dua bulan kedepan, akan tetapi pedagang turut mengaku risau dengan turunnya daya beli masyarakat. Jika kondisi ini tak segera diatasi bukan tidak mungkin konsumen akan terus mengalihkan pembelian ke beras kualitas rendah. Sementara itu dari data panel harga badan pangan menunjukkan, harga beras medium naik Rp. 20.000 ke Rp12.280 per-kg dan beras premium naik Rp 40.000 ke Rp13.960 per kg.

Maraknya harga beras di sejumlah daerah yang mulai merangkak naik, Bulog Banyuwangi mulai mendistribusikan beras SPHP  atau stabilitas pasokan dan harga pangan sebanyak belasan ton per-hari.

Beras SPHP yang didistribusikan oleh bulog sudah mulai digelontor sejak senin 28 agustus 2023 lalu. menurut laporan, jumlah beras yang dikirim ke ritel-ritel dari gudang bulog bervariasi antara 15 ton hingga 20 ton per hari.

Pihak bulog mengklaim telah mengantisipasi kenaikan harga beras sejak beberapa bulan lalu. Selain mendistribusikan ke 31 retail, Bulog juga menggelar operasi pasar beras yang dilaksanakan di 25 Kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi.

Kepala cabang Bulog Banyuwangi Harisun mengatakan, stok beras di gudang Bulog Banyuwangi mencapai sebanyak 18 ribu ton yang dirasa cukup untuk ketahanan hingga 14 bulan.

Kusno salah satu pemilik ritel di Pasar Blambangan yang mendapat kiriman sebanyak 100 sak mengatakan bahwa kualitas beras dinilai sudah bagus jika dibandingkan beras premium yang memilik harga sekira dua puluh ribu rupiah lebih mahal.

Kusno mengatakan, peminat beras SPHP dari Bulog sangat tinggi hingga stock 50 sak yang disimpan oleh Kusno selalu cepat habis hanya dalam jangka waktu satu hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *