June 15, 2024

ntvnews

terkini, terupdate.

POLEMIK AKSES MENUJU GEREJA, PROSES MEDIASI BELUM MENEMUI TITIK TEMU

2 min read

Polemik akses jalan menuju Gereja Pentakosta Indonesia Sungai Bahar di Kabupaten Muaro hingga kini belum ada titik terang.

Upaya mediasi yang dilakukan pemerintah kecamatan setempat dengan menghadirkan pengurus gereja dan pihak pemilik tanah perbatasan belum juga menemui kesepakatan.

Proses mediasi antara pemilik tanah perbatasan dengan pengurus Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sungai Bahar, Di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi belum menemui titik terang.

Mediasi yang berlangsung di kantor Desa Suka Makmur ini dipimpin langsung oleh Camat Sungai Bahar, Agus Riyadi.

Mediasi dihadiri pengurus gereja dan warga pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan gereja.

Mediasi juga turut dihadiri kapolsek Sungai Bahar, anggota DPRD Muaro Jambi, Kepala Desa Suka Makmur, tokoh masyarakat, tokoh agama dan jemaat gereja.

Dari proses mediasi ini, diketahui belum ada kesepakatan apapun antara pemilik tanah perbatasan dengan pengurus gereja.

Camat sungai bahar menuturkan, mediasi ini dilakukan untuk pemecahan masalah terkait akses menuju gereja GPI Sungai Bahar yang terkendala izin dari pemilik tanah sekitar.

Menurut camat, persoalan yang telah menjadi sorotan publik ini tidak berkaitan dengan pelarangan ibadat gereja oleh warga, melainkan murni hanya persoalan akses jalan.

Meski belum menemui titik temu, namun pemerintah kecamatan akan terus berupaya mencari solusi.

Camat berharap kedepan pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan gereja bisa tergugah hatinya, sehingga bisa memberikan akses jalan untuk gereja.

Sementara itu, anggota DPRD Muaro Jambi, yang turut hadir dalam mediasi ini mengatakan, dewan tengah menjalin  komonikasi dengan pihak BPN, untuk memastikan ada tidaknya jalan menuju Gereja Gpi Sungai Bahar.

Jika nantinya pihak BPN menyatakan bahwa dilokasi tersebut terdapat jalan, maka dewan meminta dengan kerendahan hati warga untuk membuka akses jalan.

Namun apabila benar-benar tidak memiliki akses, maka dewan memohon agar pemilik tanah menjual tanahnya untuk dijadikan akses menuju gereja dengan harga yang semampunya.

Sementara itu salah satu pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan gereja, rengsi silalahi atau yang akrab disapa opung sihotang menuturkan.

Bahwa memang tidak ada akses jalan menuju ke Gereja GPI Sungai Bahar.

Namun demikian, sebelum mendirikan pagar beton tanahnya yang berbatasan langsung dengan gereja, Rengsi mengaku telah bersedia menjual tanahnya seluas 2,5 tumbuk untuk dijadikan akses jalan, dengan harga 120 juta rupiah di bulan Desember 2022 lalu.

Menurutnya, pihak gereja saat itu tidak menyanggupinya, sehingga nya ia memutuskan untuk membangun tembok beton di lokasi tanahnya.

Pendeta Gereja GPI Sungai Bahar, Royanto Sitomorang menuturkan, belum ada kesepakatan terkait dengan hasil mediasi di kantor Desa Suka Makmur, baik antara pengurus gereja dengan para pemilik tanah perbatasan.

Sementara itu, terkait dengan harga 120 juta rupiah untuk ganti rugi lahan seluas 2,5 tumbuk yang akan dijadikan akses menuju gereja, pihak gereja tidak menyanggupi, lantaran hanya diberi waktu 3 hari untuk melunasinya.

Pendeta dan jemaat Gereja GPI Sungai Bahar berharap adanya solusi terkait persoalan akses menuju gereja, sehingga mereka bisa dengan nyaman menjalankan ibadah.

Pemerintah Kecamatan Sungai Bahar akan kembali melakukan upaya mediasi dengan menghadirkan pengurus gereja gpi sungai bahar dan warga yang menjual tanahnya ke gereja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *